Microlearning Di Era Short Attention Economy: Perspektif Generasi Z Terhadap Pembelajaran Digital
Keywords:
Microlearning, Short Attention Economy, Generasi Z, Pembelajaran DigitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi informasi dan cara belajar Generasi Z. Fenomena short attention economy menyebabkan perhatian peserta didik menjadi semakin terbatas akibat paparan informasi yang cepat dan masif melalui media digital. Kondisi ini menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap karakteristik peserta didik masa kini. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah microlearning, yaitu strategi pembelajaran yang menyajikan materi dalam unit kecil, singkat, dan terfokus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap penerapan microlearning dalam pembelajaran digital di era short attention economy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 126 responden mahasiswa Generasi Z. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dengan 30 item pernyataan yang mencakup aspek efisiensi waktu belajar, fokus perhatian, kemudahan pemahaman, daya tarik pembelajaran, serta relevansi microlearning dengan karakteristik Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan interpretasi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa microlearning dipersepsikan sangat positif oleh responden dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,21. Aspek dengan skor tertinggi terdapat pada indikator efisiensi waktu belajar (4,34) dan kesesuaian dengan zaman (4,37). Namun, penelitian ini juga mencatat keterbatasan microlearning untuk materi yang bersifat kompleks dan mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa microlearning sangat efektif sebagai alat bantu atau penunjang dalam ekosistem blended learning.