Digitalisasi Layanan dan Pemantauan Kesehatan Bayi dan Balita Melalui Teknologi QR Code Posyandu Pande Mas.
Keywords:
Digitalisasi, Posyandu, QR Code, Data Anak, KuisionerAbstract
Posyandu Pande Mas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berada di Banjar Pande Mas Kuta. Pada kegiatan posyandu pande mas, data bayi baru lahir, identitas balita, serta kehadiran peserta Posyandu masih dicatat dalam buku register atau lembar administrasi. Tujuan dari pengabdian ini untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi QR Code dalam pendataan awal bayi lahir serta absensi kehadiran anak di Posyandu. Pengabdian masyarakat ini bertempat di Banjar Pande Mas, Kuta, Badung. Bali. Untuk waktu pelaksanaan berkisar dari bulan maret sampai dengan mei 2026. Subjek dalam pengabdian ini adalah semua bayi atau anak yang berumur 0 bulan sampai dengan 59 bulan yang berdomisili di Banjar Pande Mas beserta kader posyandu. Sampel berjumlah 20 bayi dan balita. Metode yang digunakan adalah metode primer dan sekunder. Untuk metode primer instrumen yang digunakan adalah lembar observasi sebelum dan sesudah penggunaan QR Code, dokumentasi pelaksanaan, kuisioner skala guttman untuk mengetahui kepuasan pengguna saat implementasi ini dilaksanakan. Untuk metode sekunder instrument yang digunakan adalah data semua bayi yang ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Penerapan sistem QR Code yang terintegrasi dengan Google Spreadsheet yang tehubung dengan QR code mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi Posyandu dibandingkan dengan metode pencatatan manual. Selain itu, hasil evaluasi terhadap 20 orang tua bayi dan balita menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan sebesar 88,8% dengan kategori sangat baik. Implementasi QR Code juga mendukung upaya digitalisasi layanan Posyandu melalui pengelolaan data yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.