Penerapan Teknologi Augmented Reality sebagai Media Informasi Interaktif di Museum Agung Bung Karno
Keywords:
Augmented Reality, Museum, Edukasi Sejarah, Media InteraktifAbstract
Museum Agung Bung Karno merupakan lembaga sosial–edukatif non profit yang berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah dan pendidikan publik mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Ir. Soekarno. Museum ini menghadapi permasalahan utama pada aspek layanan edukasi, khususnya dalam penyampaian informasi koleksi kepada pengunjung yang masih bersifat konvensional. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menawarkan solusi berupa penerapan teknologi Augmented Reality (AR) berbasis marker QR Code sebagai media informasi interaktif. Aplikasi AR berbasis Android dikembangkan menggunakan Unity dan Vuforia Engine dengan metodologi Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Pengujian fungsional black box testing menunjukkan seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai rancangan dengan waktu kemunculan model 3D rata-rata 1,96 detik pada Android 10 dan 11. Evaluasi pengalaman pengguna dilakukan melalui User Experience Questionnaire (UEQ) terhadap 52 responden, dengan hasil predikat Excellent pada keenam skala UEQ: Daya Tarik (2,484), Kejelasan (2,236), Efisiensi (2,439), Ketepatan (2,370), Stimulasi (2,447), dan Kebaruan (2,548). Implementasi di lapangan menunjukkan bahwa pemasangan QR Code marker pada artefak museum memudahkan pengunjung dalam memperoleh informasi secara mandiri dan interaktif. Program ini berhasil meningkatkan kualitas layanan edukasi Museum Agung Bung Karno dan memberikan dampak sosial-edukatif yang berkelanjutan.